Tentang keadilan
April 24, 2006 by elsaloekito
Ada orang yang selalu bernasib baik tanpa harus bersusah payah,
tapi ada juga orang yang sudah bersusah payah namun nasibnya tetap saja buruk.
Kemudian aku bertanya "dimanakah keadilan?"
Menurut ukuran "keadilan" yang kupakai, dunia ini penuh sesak dengan ketidakadilan.
Lalu aku berbincang-bincang dg Keadilan…
Ukuran yang Dia pakai tidak kasat mata, dan kesenangan atau kesusahan terlihat dengan mata, tidak bisa dipakai untuk menilai keadilan.
"Keadilan" tidak melihat hidup lahiriah manusia, melainkan melihat ke dalam sanubari setiap insan.
"Keadilan" tidak melihat hidup manusia yang berpijak di atas bumi, melainkan melihat hidupnya sampai ke alam baka. Disanalah nanti, baru keadilan akan mengembangkan sayapnya dan meninggikan kaum yang lemah.
Siapakah di dunia ini yang bisa meninggalkan kerisauannya, mengharapkan keadilan akan membelanya nanti?
Apa itu artinya kita hanya menyerah pada kesemrawutan dunia?
Apa itu artinya aku harus tinggal diam melihat orang tua yang menyiksa anaknya?
Apa itu artinya aku harus tinggal diam melihat mereka yang diinjak oleh para penguasa?
Ada jurang perbedaan yang sangat luas antara penderitaan yang disebabkan oleh alam, dan penderitaan yang disebabkan oleh manusia.
Memang, kuasa alam jauh melebihi kuasa manusia dan alam ada di tangan Sang Pencipta.
Tapi bukankah manusia dan alam sama2 berada di tangan pencipta yang sama?
Mengapa tidak Kau sapu bersih saja semua ketidakadilan?
Mengapa tidak Kau hancurkan saja hati yang dingin dan congkak?
Dan kalau IA sampai melakukannya, sepertinya bumi ini akan kosong dan lengang, tersisa burung-burung di udara dan hewan-hewan di darat dan di air. Mungkin bukan itu yang dimaui-Nya.
Aku ini hipokrit, bisanya hanya berkoar-koar soal keadilan dan soal membela kaum lemah. Ketika kebenaran menunjukkan hidungnya, ia malah dihimpit, ditekan, dan diinjak sampai habis karena kehadirannya mengancam kedudukan, jabatan, dan kenyamananku.
horeee akhirnya di update
wah berat ya postingannya
quaw..