Kurang gizi
Posted in Uncategorized on Feb 27th, 2008 No Comments »
Di bawah teriknya matahari,
ibu menanam biji yang bukan padi.
“Namanya jagung”, kata bibi.
Aku ikut ibu ke ladang setiap pagi,
bermain tanah basah tertetes peluh di dahi.
Kata penyiar di televisi, aku kekurangan gizi.
Ayah pergi menyusuri jalan dan sungai.
Musim silih berganti,
namun ayah tak kunjung kembali.
Sehari-hari, perutku hanya terisi nasi dengan terasi.
Kurasa, anak cacing di perutku juga kekurangan gizi.
Kasihan sekali….
Kata [...]