Feed on
Posts
comments

Archive for February, 2008

Kurang gizi

Di bawah teriknya matahari,
ibu menanam biji yang bukan padi.
“Namanya jagung”, kata bibi.
Aku ikut ibu ke ladang setiap pagi,
bermain tanah basah tertetes peluh di dahi.
Kata penyiar di televisi, aku kekurangan gizi.
Ayah pergi menyusuri jalan dan sungai.
Musim silih berganti,
namun ayah tak kunjung kembali.
Sehari-hari, perutku hanya terisi nasi dengan terasi.
Kurasa, anak cacing di perutku juga kekurangan gizi.
Kasihan sekali….
Kata [...]

Read Full Post »

Untuk sahabatku,


Read Full Post »

Jakartaku


Read Full Post »

Ketika kubuka mata


Read Full Post »

Pagi itu


Read Full Post »

Ijinkan aku


Read Full Post »