Feed on
Posts
comments

Pangeran malam

Kuberlari dan mencari,
namun tak kudapati.
Kuterdiam dalam sunyi,
terbius perlahan oleh sengat matahari.


        Dalam hati kubertanya,
        apakah cinta masih ada.
        Dalam angin kau bersuara,
        kudengar hanya buaian belaka.


Menghadap senja yang mencekam,
masih juga kududuk terdiam.
Kucoba benahi hati yang remuk redam,
sambil menunggu datangnya pangeran malam.

Dengan mulut terkatup,
dan tangan terikat,
dibawah cahaya yang meredup,

kucoba mengungkap jeritan hati yang tersirat.

Padahal hati ini gaduh oleh suara,
berargumen dan beradu urat.
Mulut ini mencoba untuk bicara,
namun lidah tetap saja terikat.

Berat langkah ini seakan terbebat,
pedih hati ini seakan tersayat.
Tempat tujuan itu siapa yang tahu,
kataMu, percayalah saja padaKu.

Ketika persimpangan ada di hadapan,
ketika jiwa ini harus memutuskan,
Adakah kepastian dari sebuah jawaban ?
Atau kah kepastian lahir kemudian ?

tahun baru

tahun baru,
baju baru,
sepatu baru,
namun hatiku tetap saja biru.

kau katakan badai pasti berlalu,
ternyata awan tetap saja kelabu.
kalau takdir ini terus menipu,
lebih baik aku menjadi abu.

kumenunggu dengan hati pilu,
segeralah datang hai waktu.
kutahu kau ‘kan tepati janjimu,
ubahlah ulat ini menjadi kupu-kupu.

Akankah takdir memihak

rembulanku,
kau teman setia
memecah kegelapan
malam malamku

dikala semua terlelap
hanya kau dan diriku
yang mengerti
kekecutan di hati

ketika malam berganti pagi
kupikir kegelapan kan pergi
untuk selamanya
namun itu hanya mimpi

matahariku,
terlalu lama
di balik mega
kau bersembunyi

hari hari kulalui
dengan kegelapan
dan tetes air mata
membasahi pipi

akankah pernah
takdir memihakku
dan biarkan matahari
kembali terangi hariku

IF I DIE

IF I DIE TOMORROW,

WILL YOU CRY ?

MAYBE, FOR A LI’L WHILE…

YOU MIGHT NOT EVEN CARE,

AND THAT’S FINE WITH ME.

 

BUT IF YOU DIE TOMORROW,

I’LL SMILE WITH YOU, HIDING MY ENVY,

AS YOU ARE REACHING YOUR RESTING PLACE

WHERE PEACE IS YOURS, ETERNALLY,

AND LEAVING ME BEHIND IN THIS SOUL-BURNING JOURNEY.

Mind me asking

when everything else fades away ,

and only the two of us remain,

I wanted to ask Your explanations for all of these mind-bogging questions..

 

First, I’ll ask "why do I grieve ?"

It is not an unfortune, You may answer,

except a fortune on its way.

 

Second, I’ll ask "where is that promised fortune of Yours when people go through suffering and death ?"

You may answer, I wanted to convince you that I’ll catch you when you fall,

and there is nothing to be feared of.

 

You have been trying to convince me that nothing is complicated,

except me complicating those simple things.

I guess I have only lived a short life to grasp this life-time lesson of ‘trust’ completely.

 

Love vs possession

Love and possession often get confused.

Love says that to love is not to possess, and yet,
Possession says that I am a proof of love .

Love says that I am not about receiving, but rather, giving.
Possession says that I exist to receive your love.

The two never seem to agree on anything.
Who do you think will win ?

A Memoir of Mr.Birdie


I can still vividly feel the excitement
the first time when I heard your playful noise.
Like it was only yesterday.

You have always been there,
witnessing my life transformations and its secrets.
Not only mine, but others’ too.

It is as if you can see what we, human beings, see,
and hear what we hear.
Or is that all a mere coincidence when things are uttered at perfect occasions?

Your cheerful greetings and laughters
break the silence of my nights,
intensify the voice of my days.

Perhaps we should have chatted more about life.
Perhaps I should have taken more care of you.
Or perhaps I should have let you fly freely long time ago.

One day, I wished, we could read each other’s minds.
You’re no longer here my friend
but you’ll remain in my memories.

’till we meet again….
I’ll miss you, mr birdie.
FAREWELL

Sebuah surat dari bumi

Untuk rembulan, sahabatku,

Wajahmu pucat pasi,
namun cahayamu menerangi malam-malam gelapku.
Pancaran matamu penuh misteri,
membuatku bertanya ada apa di balik benteng kota hatimu?

Adakah kesedihan disana ?
Adakah kebahagiaan ?
kematian ?
atau kehidupan ?

Mungkin di tempatmu semuanya hampa.
Tidak ada waktu,
tidak pula ruang.
Yang ada hanyalah ketiadaan yang tidak pernah ada.

Di dalam kesunyianmu,
kau tidak pernah mengeluh.
Sementara itu,di tempatku,
keluhan manusia membuat suara gaduh.

Kau hanya menatapku,
membiarkanku menangis di pundakmu.
Walau mungkin kau tak sepenuhnya mengerti,
namun ku tahu kau takkan pergi.

Terima kasih sahabat.

« Newer Posts - Older Posts »